Top Ads 1

Jaringan Alumni Muda FUHUM Dukung Prof Noor Achmad dalam Kongres KALAM Walisongo

Redaksi
Rabu, 15 Desember 2021 | 22.47 WIB Last Updated 2021-12-15T15:50:35Z

Jaringan Alumni Muda Fakultas Ushuludin dan Humaniora (JAM FUHUM) UIN Walisongo Semarang/ISTIMEWA


BERKARIRMEDIA - Jaringan Alumni Muda (JAM) Fakultas Ushuluddin dan Humaniora (FUHUM) UIN Walisongo menyatakan dukungan kepada Prof. Noor Achmad sebagai calon Ketua Umum Keluarga Alumni (KALAM) Walisongo.

Sebagaimana di informasikan sebelumnya, pada tanggal 18 Desember 2021 nanti, KALAM Walisongo akan menggelar Kongres ke-II di Kampus UIN Walisongo Semarang.


Diketahui, kongres KALAM Walisongo merupakan forum tertinggi organisasi yang akan melakukan evaluasi dan suksesi kepemimpinan KALAM Walisongo selanjutnya.

Koordinator JAM FUHUM Zainal Abidin menuturkan bahwa Prof. Noor Achmad layak menjadi ketua organisasi alumni UIN Walisongo yang merupakan salah satu kampus Islam negeri terbesar di Indonesia.

Pria kelahiran Bojonegoro itu memaparkan bahwa sosok Ketua BAZNAS RI tersebut merupakan figur yang tepat untuk memimpin KALAM Walisongo.

Dengan pengalaman yang panjang di banyak organisasi tingkat nasional, Prof. Noor Achmad merupakan simbol bagi alumni UIN Walisongo yang sukses dalam banyak bidang politik, pendidikan, dan sosial keagamaan.

Selain itu, Zainal melihat bahwa KALAM Walisongo merupakan wadah strategis untuk melakukan diaspora alumni IAIN/UIN Walisongo. Hal ini merupakan unsur penting dari sebuah perguruan tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“Prof. Noor Achmad adalah salah satu alumni dengan segudang prestasi, dan sekarang menjadi pimpinan lembaga pemerintah non-struktural. Di bidang akademik, beliau pernah memimpin Universitas Wahid Hasyim Semarang. Sementara di bidang sosial keagamaan, beliau menjabat sebagai ketua DPP Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) dan salah satu ketua MUI Pusat. Singkatnya, Prof. Noor Achmad merupakan paket komplit untuk memimpin KALAM Walisongo.” tutur Zainal.

Di akhir, Zainal menambahkan bahwa hari ini kontribusi KALAM Walisongo cenderung tenggelam, jarang muncul ke publik. Hal ini tentu menjadi keprihatinan bagi kita alumni IAIN/UIN Walisongo.

Zainal juga menghimbau bahwa Kongres ke- II KALAM Walisongo dapat menjadi hajat demokrasi bagi civitas akademika UIN Walisongo.***


Editor: Pryo Ihsan Aji
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Jaringan Alumni Muda FUHUM Dukung Prof Noor Achmad dalam Kongres KALAM Walisongo

Trending Now