Top Ads 1

Tragedi Perahu Terbalik Kedung Ombo, Polres Boyolali Tetapkan Dua Tersangka

Redaksi
Selasa, 18 Mei 2021 | 16.38 WIB Last Updated 2021-05-18T15:09:14Z

Konferensi pers Polres Boyolali dalam kasus kecelakaan perahu terbalik di waduk Kedung Ombo, Boyolali/ANTARA

BERKARIRMEDIA - Polres Boyolali berhasil menetapkan dua tersangka kasus kecelakaan perahu terbalik di waduk Kedung Ombo, Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali.

Kejadian nahas pada Sabtu 15 Mei tersebut telah menewaskan 9 penumpang perahu.

"Dari hasil pemeriksaan saksi, dan gelar perkara serta mengumpulkan sejumlah barang bukti menetapkan dua tersangka, yakni berinisial GTS (13), selaku juru mudi perahu dan Kardiyo (52), pemilik perahu sekaligus Warung Makan Apung Gako, keduanya warga Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kemusu, Boyolali," terang Kapolres Boyolali AKBP Morry Ermond, Selasa 18 Mei.

Dalam konferensi pers, Kapolres menjelaskan sudah ada lebih dari 15 saksi yang dimintai keterangan dari dua tersangka, pengurus karang taruna, sejumlah perangkat Pemerintah Desa Wonoharjo dan pihak Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) serta sejumlah penumpang selamat.

Adapun barang bukti yang disita pihak kepolisian yakni berupa sebuah perahu motor warna putih berbahan fiberglass ukuran panjang 6 meter, lebar 1,8 meter, dan tinggi lambung 0,6 meter dengan mesin perahu merek Yamaha Enduro 25 PK, empat pasang sandal, 14 buah sandal, satu potong jaket jumper warna abu-abu, dan kerudung warga cokelat.

Kronologi Kejadian

Selain itu, Kapolres memaparkan kronologis kejadian kecelakaan air tersebut.

Yakni berawal dari 20 orang termasuk juru mudi berinisial GTS menaiki perahu warna putih milik tersangka Kardiyo dari daratan menuju Warung Apung Gako di Waduk Kedung Ombo pada Sabtu 15 Mei, sekitar pukul 11.00 WIB.

Selanjutnya, perahu dengan 20 penumpang dari tepian atau daratan menuju Warung Makan Apung Gako milik Kardiyo dengan jarak sekitar 200 meter menuju tengah Waduk Kedung Ombo.

Perahu yang dikemudikan oleh GTS diduga kelebihan muatan, sehingga air mulai masuk, dan sejumlah penumpang panik kemudian berdiri.

"Penumpang berdiri karena panik air mulai masuk ke perahu, sehingga diduga keseimbangan tidak terkendali dan terbalik kemudian tenggelam," jelas Kapolres.

Dari 20 penumpang sebanyak 11 orang berhasil diselamatkan dan 9 orang tewas akibat tenggelam.

Meskipun, Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan seluruh korban yang hilang.

Jeratan Hukum

Kapolres mengatakan juru mudi GTS dengan kejadian kecelakaan air tersebut akan dijerat dengan Pasal 359 KUHP yaitu tindak pidana kelalaian mengakibatkan orang lain meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Sementara itu, tersangka Kardiyo selaku pemilik warung makan apung dijerat dengan Pasal 76 I Undang-Undang RI No. 35/2014 dan UU No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak.

Setiap orang dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, menyuruh melakukan atau turut serta melakukan eksploitasi secara ekonomi dan atau seksual terhadap anak dengan sanksi pidana penjara maksimal 10 tahun atau denda Rp200 juta dan atau Pasal 359 KUHP.

Kapolres menambahkan pihaknya sudah mengirimkan surat pemanggilan kepada GTS dan Kardiyo untuk datang ke Mapolres Boyolali pada Kamis 20 Mei, untuk keperluan pemeriksaan terkait kasus kecelakaan air di waduk Kedung Ombo.***



Editor: Pryo Ihsan Aji

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Tragedi Perahu Terbalik Kedung Ombo, Polres Boyolali Tetapkan Dua Tersangka

Trending Now