Top Ads 1

Raup Kekayaan Rp526 Triliun Diusia 38 Tahun, Ini Alasan Bos TikTok Resign!

Redaksi
Sabtu, 29 Mei 2021 | 15.17 WIB Last Updated 2021-05-29T08:22:18Z

Founder sekaligus CEO TikTok Zhang Yiming/Otakuart


BERKARIRMEDIA - Zhang Yiming founder sekaligus CEO dari induk perusahaan TikTok dan ByteDance memutuskan untuk melepas jabatannya pada tahun ini.

Posisinya tersebut akan digantikan oleh Liang Rubo, si pendiri sekaligus head of human resources ByteDance.

Zhang mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO di usianya yang ke 38 tahun.

Ia mendirikan perusahaan TikTok pada tahun 2012 lalu, dan kini telah bernilai sekitar 400 miliar dollar AS atau Rp 5.720 triliun (kurs Rp 14.300).

Zhang memimpin perusahaan induk TikTok tersebut dengan fokus melakukan ekspansi global.

Ia telah meruntuhkan berbagai hirarki internal dan berupaya untuk membangun tenaga kerja yang memiliki motivasi sehingga perusahaan bisa tetap tumbuh tanpa kehilangan kelincahan sebagai sebuah perusahaan rintisan.


"Kerap kali, ketika sebuah perusahaan telah bertumbuh dan ekspansi, banyak dari mereka yang terjebak dan tugas CEOnya menjadi sangat sentral, dengan medengarkan presentasi, mengalihkan izin, dan membuat keputusan. Ini akan membuat perusahaan terlalu bergantung pada ide-ide yang sudah ada," tulis Zhang dalam surat kepada karyawan yang diunggah di laman resmi perusahaan.

Dalam surat tersebut, ia juga mengaku memiliki beberapa kekurangan yang seharusnya menjadi ketrampilan utama seorang manajer. 

"Contohnya saja, saya tidak terlalu sosial, dan saya lebih suka kegiatan yang menyendiri seperti melakukan kegiatan online, membaca, mendengarkan lagu, serta melamunkan hal-hal yang mungkin akan terjadi," jelasnya.

Dikutip dari Forbes, Zhang Yiming kini memiliki nilai kekayaan sekitar 36,8 miliar dollar AS atau Rp 526,24 triliun. 

CEO TikTok itu tercatat berada pada peringkat ke 39 orang terkaya di dunia pada tahun 2021 ini, dan tercatat di peringkat ke sembilan dalam daftar orang terkaya di China.

Sementara itu diketahui, baru-baru ini pemerintah China telah melakukan pengetatan pengawasan terhadap praktik usaha dari perusahaan-perusahaan teknologi setempat.

Bulan lalu, pemerintah telah meminta kepada 34 perusahaan besar, termasuk ByteDance untuk mengedepankan kepentingan nasional dengan memberlakukan kebijakan mengenai persaingan yang adil dan perlindungan konsumen yang lebih ketat. ***


Editor: Pryo Ihsan Aji 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Raup Kekayaan Rp526 Triliun Diusia 38 Tahun, Ini Alasan Bos TikTok Resign!

Trending Now