Top Ads 1

Polres Temanggung Tetapkan Dukun dan Ortu Bocah Perempuan Korban Ritual Jadi Tersangka!

Redaksi
Rabu, 19 Mei 2021 | 19.48 WIB Last Updated 2021-05-19T13:12:42Z

Gelar kasus penemuan mayat bocah perempuan di Kabupaten Temanggung/Detikcom

BERKARIRMEDIA-Dalam gelar kasus penemuan mayat bocah yang disimpan selama empat bulan di Kecamatan Bejen, akhirnya Polres Temanggung menetapkan tersangka yakni dukun dan orang tua korban.

Keempat tersangka yakni ayah korban M (43), S (39) ibu korban, dukun H (56), dan asistennya B (43).

"Tersangka ada empat orang yaitu saudara M, S, B dan H," tutur Kapolres Temanggung AKBP Benny Setyowadi dalam konferensi pers di Mapolres Temanggung, Rabu 18 Mei.


Diketahui, kasus itu terungkap setelah adanya laporan warga dan ditindaklanjuti dengan pemeriksaan di TKP.

Setelah meminta keterangan saksi dan kedua orang tua korban, kasus tersebut terkuak adanya penganiayaan terhadap bocah malang itu.

Kronologi Kejadian

Ditemukan bocah berumur 7 tahun tewas mengering di dalam kamar rumahnya pada Minggu 16 Mei, di Dusun Poponan, Desa Bejen, Kecamatan Bejen, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Polisi menduga bocah itu meninggal empat bulan lalu.

Dari pengakuan orang tua korban diketahui akibat bujuk rayu dukun terkait kematian bocah perempuan itu.

Dukun tersebut menggelar ritual ruwatan dengan cara menenggelamkan bocah malang itu karena nakal.

"Bentuk ruwatannya ditenggelamkan, terus kemudian nanti diangkat. Itu motif sementara," tandas Kapolres.

Kini keempat tersangka ditahan di Mapolres Temanggung untuk dimintai keterangan. Mereka terancam hukuman penjara 15 tahun.***


Editor: Pryo Ihsan Aji

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Polres Temanggung Tetapkan Dukun dan Ortu Bocah Perempuan Korban Ritual Jadi Tersangka!

Trending Now