Top Ads 1

Kasus Aborsi Siswi di Magelang, Polisi Tetapkan Pacar Pelaku Jadi Tersangka

Redaksi
Kamis, 20 Mei 2021 | 14.11 WIB Last Updated 2021-05-20T07:11:10Z

Ilustrasi persetubuhan/Pixabay


BERKARIRMEDIA - Kepolisan Resor Magelang secara resmi menetapkan M (22) sebagai tersangka kasus persetubuhan anak usia dini.

Diketahui, M merupakan pacar pelaku seorang siswi SMK berusia 17 tahun asal Magelang diringkus polisi akibat nekat mengaborsi janin kandungannya.

"Berdasarkan hasil gelar perkara, penyidik kemudian menetapkan saudara M sebagai tersangka dugaan tindak pidana persetubuhan terhadap anak," tutur Kasat Reskrim Polres Temanggung M Alfan kepada wartawan, Kamis 20 Mei.


Dari hasil penyelidikan Polres Magelang, tersangka M berhubungan badan dengan siswi pelaku aborsi sehingga menyebabkan kehamilan.

Diketahui M telah berhubungan badan dengan pacarnya sebanyak lima kali.

"Keterangan tersangka persetubuhan dilakukan sebanyak 5 kali di rumah korban dan di rumah tersangka," jelas Alfan.

Kini, untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya tersangka M dijerat dengan pasal 81 UU RI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua UU RI No 23 tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sedangkan, siswi pelaku aborsi dijerat dengan Pasal 80 ayat b3 juncto pasal 77a ayat (1) UU No 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak. Adapun ancaman pidana maksimal 15 tahun.

Selain menjerat pacar korban, polisi juga memburu penjual obat aborsi.

Kronologi Kejadian

Seperti yang diwartakan, seorang siswi SMK yang juga sudah berstatus tersangka itu mengonsumsi obat aborsi yang dia beli secara online.

Sebelumnya siswi tersebut sempat mencari obat aborsi pada rentang Maret hingga April 2021.

Selanjutnya, tersangka melahirkan janin berjenis kelamin laki-laki berusia 8 bulan di kamar mandi salah satu apotek kawasan Tempuran, Magelang.

Karena panik, tersangka kemudian mengubur janin tersebut di sekitar apotek.

Warga sekitar yang curiga dengan gerak-gerik pelaku akhirnya mengetahui perbuatan korban dan melaporkannya ke polisi.

Selain itu, polisi juga mengungkap kecurigaan teman-teman yang sempat melihat perut tersangka membuncit.

Namun kepada teman-temannya, tersangka berdalih perutnya buncit karena bekas operasi.***


Editor: Pryo Ihsan Aji

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kasus Aborsi Siswi di Magelang, Polisi Tetapkan Pacar Pelaku Jadi Tersangka

Trending Now