Top Ads 1

Geger Balon Udara Meledak, Polres Klaten Ringkus Lima Tersangka Warga Magelang

Redaksi
Selasa, 18 Mei 2021 | 22.01 WIB Last Updated 2021-05-18T15:34:39Z

Lima tersangka pembuat balon yang meledak diatas rumah warga Kecamatan Delanggu, berhasil diamankan Polres Klaten/ANTARA

BERKARIRMEDIA - Kasus ledakan balon udara yang jatuh di atas rumah warga Dukuh Krapyak, Desa Sabrang, Kecamatan Delanggu, Kabupaten Klaten pada Senin 17 Mei berhasil diungkap.

Dari pengembangan kasus tersebut, Polres Klaten berhasil menetapkan lima tersangka warga asal Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang.

"Dari temuan-temuan di tempat kejadian baik berdasarkan balon udaranya, kemudian berdasarkan merconnya, kemudian temuan-temuan seperti sumbu dan ukuran plastiknya, sehingga menghubungkan kami dengan tersangka. Mereka kebetulan beralamat di Magelang," ucap Kapolres Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu dalam keterangan pers, Selasa 18 Mei.

Kronologi

Kapolres menerangkan terkait kronologi kejadian, kelima tersangka sebelumnya membuat dua balon udara setinggi tiga meter.

Selanjutnya, para tersangka menerbangkannya di sekitar rumah mereka di Kabupaten Magelang.

Pada penerbangan yang pertama hari Sabtu 15 Mei, balon udara yang sudah diisi dengan mercon berhasil diterbangkan setinggi sekitar 150 meter, namun setelah itu mercon meledak di udara dan balon jatuh ke tanah.

"Namun saat peluncuran balon kedua pada hari Senin 17 Mei, mercon yang dikaitkan tidak meledak. Balon udara tersebut justru terbang jauh dari pandangan yang kemudian jatuh dan meledak di wilayah Delanggu, Klaten. Bahkan setelah ditunggu satu jam balon tidak terlihat lagi, sehingga para tersangka ini pulang ke rumah masing-masing," jelas Kapolres.

Pada peristiwa itu, kelima tersangka memiliki peran masing-masing dalam merakit balon udara berisi mercon tersebut.

Tersangka AG (18) berperan mengumpulkan kertas pembungkus petasan, AP (20) berperan membuat kerangka lingkaran balon dari bambu, DAN NT (33) membuat pengapian dari kain.

Sedangkan tersangka MW (25) berperan membuat selongsong dengan paralon dan kertas, serta tersangka N (23) berperan merakit balon menggunakan plastik dan lakban.

Beruntung tidak ada korban jiwa atas peristiwa itu. Meski demikian, satu kaca kamar rumah salah satu warga pecah akibat getaran yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut.

Ancaman Hukuman

Kapolres menambahkan, untuk menanggung perbuatannya para tersangka dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) jo Pasal 1 ayat (3) Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Senjata Tajam dan Bahan Peledak.

"Ancaman hukuman mati atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara setinggi-tingginya 20 tahun subsider Pasal 188 ayat (1) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun jo Pasal 55 ayat 1 ke-1e KUHP," imbuhnya.***



Editor: Pryo Ihsan Aji

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Geger Balon Udara Meledak, Polres Klaten Ringkus Lima Tersangka Warga Magelang

Trending Now