Top Ads 1

Menelisik Tentang Vaksin Sinovac, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Webinar Kesehatan

Redaksi
Kamis, 11 Februari 2021 | 09.58 WIB Last Updated 2021-02-11T02:59:14Z

Webinar Kesehatan Menelisik Tentang Vaksin Sinovac


Berkarirmedia.com, Semarang – Kelompok 50 Kuliah Kerja Nyata Dari Rumah (KKN MIT DR) Angkatan XI Kelompok 50 Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang mengadakan webinar kesehatan dengan tema ”Kupas Tuntas Vaksin Sinovac” melalui via aplikasi Zoom Meeting. 

Agenda yang diselenggarakan pada Jumat (05/02) tersebut menghadirkan 3 narasumber hebat yaitu Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., wakil ketua umum MUI Jawa Tengah, Dr. Muhamad Makky Zamzami Mars, ketua satuan tugas NU peduli Covid-19 PBNU, dan Siti Asfijah Abdoellah, SSi, APT, MMEDSC, PFM Madya (penilaian uji klinik obat dan pemasukan jalur khusus obat) dengan dimoderatori oleh Fadli Rais, Redaktur Online Elsa.

Prof. Dr. H. Ahmad Rofiq, MA., Wakil Majelis Ulama Indonesia menjelaskan prosedur mengeluarkan fatwa kehalalan vaksin sinovac, dimana pemerintah mengajukan permintaan melalui biofarma. “Jika pemerintah tidak mengajukan permintaan maka bukan disebut sebagai fatwa melainkan sebatas pendapat fiqih”. Ujar Bapak Rofik. Beliau juga berharap dengan munculnya fatwa nomor 2 tahun 2021 ini bisa mencegah penyebaran covid-19 dan mampu menumbuhkan imunitas seseorang.

Selanjutnya pemateri kedua, Dr. Muhamad Makky Zamzami Mars, ketua satuan tugas NU peduli Covid-19 PBNU menjelaskan bagaimana kerja virus terhadap tubuh. “Ketika seseorang telah memiliki antibodi, maka penularan virus kecil kemungkinannya”. Sambungnya

Sementara menurut penelitian, vaksin sinovac yang diberikan kepada seseorang yang berusia 60 tahun memiliki kekuatan antibodi yang setara dengan usia 18-59 tahun, kecuali yang memiliki penyakit bawaan. Makky juga menambahkan bahwa orang yang telah terkena virus-19 dan berhasil sembuh dapat memberikan donor plasma kepada orang yang sedang terkena covid-19, sebab plasma menjadi imunisasi pasif yang bisa mengelimilir. Selain dengan 2 cara tersebut, terdapat cara menangkal covid-19 yang paling murah, yakni menggunakan masker. 

“Ada hal yang menjadi kekhawatiran apabila covid-19 semakin meningkat, yaitu langkahnya fasilitas kesehatan”. Pungkas Makky 

Terakhir pemaparan dari Siti Asfijah Abdoellah, SSi, APT, MMEDSC selaku PFM Madya (penilaian uji klinik obat dan pemasukan jalur khusus obat) memaparkan proses tahapan yang harus dilakukan sebelum vaksin siap digunakan. Ada beberapa tahapan yang harus dilalui diantaranya uji klinik (melibatkan proses inspeksi), lot vaksin (sebelum digunakan melalui tahap evaluasi pengujian utuh oleh Badan POM, disebut lot realese), pengawasan, penentuan sampling dan pengujian vaksin, dan dari segi keamanan dilakukan pengawasan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

“Pada tanggal 11 Januari 2021, BPOM menerbitkan Emergency Use Authorization (EUA) pertama kali untuk vaksin covid-19 yang telah memenuhi kriteria diantaranya telah ditetapkan keadaan darurat kesehatan masyarakat oleh pemerintah (Keppres No. 12 Tahun 2020), terdapat cukup bukti ilmiah terkait aspek keamanan dan khasiat dari obat, memiliki mutu yang memenuhi standar berlaku serta cara pembuatan obat yang baik, memiliki kemanfaatan lebih besar dari resiko benefit analisis, dan belum ada alternatif penata laksana yang memadai dan disetujui untuk diagnosa, pencegahan atau pengobatan penyakit.” Ucap Bu Asfijah

Disambung oleh bu Asfijah bahwa jika ada kriteria maka ada syarat yang harus dipenuhi, meliputi fase 1 dan 2 dengan pemantauan 6 bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenisitas vaksin, fase 3 dengan interim analisis pemantauan 3 bulan untuk menunjukkan keamanan dan imunogenisitas dan efikasi vaksin = 50%, dan mutu lengkap dengan stabilitas minimal 3 bulan. 

Dalam pungkasannya beliau menyampaikan bahwa alasan vaksin cepat diteliti karena terdapat beberapa proses tahapan-tahapan dalam penelitian pengembangan yang dilakukan fleksibelitas dapat dilakukan secara pararel serta telah memenuhi Emergency Use Authorization (EUA). 


Reporter : Putri Aghnat

Editor : Pryo Ihsan Aji

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Menelisik Tentang Vaksin Sinovac, Mahasiswa KKN UIN Walisongo Adakan Webinar Kesehatan

Trending Now