Top Ads 1

Diskusi Online Jadi Jalan Keluar Mahasiswa KKN Di Tengah Gerakan 'Jateng Dirumah Saja'

Redaksi
Minggu, 07 Februari 2021 | 05.20 WIB Last Updated 2021-02-06T22:20:15Z

Diskusi online oleh Mahasiswa KKN 


Berkarirmedia.com - Gerakan 'Jateng Dirumah Saja' selama dua hari, yakni tanggal 6 dan 7 februari diberlakukan oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Sabtu,(06/2)

Langkah ini merupakan kebijakan untuk menekan angka kenaikan virus corona yang terbilang cukup tinggi di provinsi Jawa Tengah, khususnya Semarang. Upaya ini merupakan respon atas Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang sebelumnya menurut presiden Joko Widodo tidak begitu efektif dalam mencegah penularan virus corona di Indonesia.

Kebijakan 'Jateng Dirumah Saja' bagi mahasiswa yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN MIT-DR) XI UIN Walisongo Semarang, tentu menjadi hal yang harus segera dicari jalan keluarnya agar Program Kerja (Proker) mereka tetap berjalan. Mengingat mahasiswa yang harus mengisi absensi di elearning setiap hari. 

'Jateng Dirumah Saja' tentu bukan halangan besar bagi mahasiwa yang ikut KKN di tahun 2021 ini. Inovasi untuk menyelesaikan Proker kelompok dan individu harus bisa direalisasikan. Seperti yang dilakukan mahasiswa KKN MIT-DR XI kelompok 47, Devisi Moderasi Beragama, UIN Walisongo Semarang, mengadakan diskusi online dengan tema 'Syekh Siti Djenar Dalam Catatan Sejarah'. Diskusi via Google Meet yang dilaksanakan Sabtu, (06/07/2021) pukul 21.00 WIB, berjalan lancar. Aan Santyo Hantoro selaku pemateri menjabarkan asal-usul Syekh Siti Djenar sejak kelahiran-wafat melalui referensi akademis, salah satunya ialah buku berjudul 'Atlas Walisongo', karya Agus Sunyoto.

Diskusi yang diadakan untuk umum ini, menurut mas Angga selaku Koordinator Desa (Kordes) KKN MIT-DR XI Kelompok 47 UIN Walisongo Semarang, ialah kegiatan produktif selain untuk belajar sejarah, juga sarana untuk terus berinovasi menyelesaikan Proker di tengah pandemi.

 'Jadi diskusi ini dilakukan agar mahasiswa khusunya yang mengikuti KKN, dan masyarakat umum, tetap bisa produktif untuk terus belajar. Selain itu, juga untuk menyelesaikan proker yang sudah dirancang. Jadi, 'Jateng di Rumah' bukanlah alasan bagi kami untuk tidak belajar dan menyelesaikan proker'. Ujar mahasiswa asli Semarang, Fakultas Dakwah ini.

Menurut Pak Aan Satyo Hantoro selaku pegiat sejarah dan pemateri di diskusi online ini, bahwa tujuan ia mengisi materi bukan memandang banyak atau sedikitnya jumlah peserta yang ikut, tetapi demi sharing dengan teman-teman mahasiswa, ia juga memaparkan bahwa apa yang disampaikan bukanlah kebenaran mutlak.


'Ya tujuan saya bukan karena peserta, tapi ingin berbagi ilmu dengan teman-teman mahasiswa. Menarik karna yang dibahas ialah tokoh yang begitu fenomenal dan kontroversial dalam catatan sejarah bangsa kita. Tentu apa yang saya sampaikan, sangat terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan, sebab tokoh satu ini memang begitu simpang siur kisah dan banyak sekali versinya.' Terang pak Aan di akhir sesi diskusi.

Menurut Nabila, salah satu peserta diskusi bahwa ia sangat mengapresiasi teman-teman yang mengadakan diskusi soal Syekh Siti Djenar.

'Saya sangat mengapresiasi atas diangkatnya tokoh bernama lAIN Syekh Lemah Abang, di forum diskusi online ini. Saya tetap mengikuti diskusi ini meskipun bukan peserta KKN, karna saya ingin belajar dan mengetahui soal beliau lebih jauh lagi. Apalagi cerita yang berkembang dimasyarakat bahwa beliau menyebarkan pemahaman sesat di zaman dulu. Setelah mengikuti diskusi ini, saya punya pandangan lain soal beliau.' Ungkap Nabila, mahasiswi semester 6 jurusan Ilmu Falak, Fakultas Syariah dan Hukum.**


Reporter  : Sahrul Amar Saksena

Editor : Pryo Ihsan Aji 

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Diskusi Online Jadi Jalan Keluar Mahasiswa KKN Di Tengah Gerakan 'Jateng Dirumah Saja'

Trending Now