Top Ads 1

Kembali PSBB Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 8 Februari, Berikut Aturan Pembatasan Terbaru

Redaksi
Kamis, 21 Januari 2021 | 21.47 WIB Last Updated 2021-01-21T14:47:38Z

Foto oleh Cottonbro dari Pexels

Berkarirmedia.com - Kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jawa-Bali diperpanjang pemerintah melalui Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) hingga 8 Februari 2021 mendatang.

Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ini membuat sejumlah aturan yang berlaku pada PSBB tahap pertama periode 11-25 Januari 2021 itu kembali diperpanjang.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang sekaligus sebagai Ketua KPCPEN Airlangga Hartanto, pemerintah memperpanjang masa PSBB Jawa-Bali berdasarkan hasil evaluasi dan analisa yang telah dilakukan.

Bahkan, Presiden Joko Widodo sendiri telah meminta menteri di jajarannya untuk menerapkan kembali PSBB atau PPKM selama dua minggu.

Diketahui, pada tahap pertama PSBB Jawa-Bali ini, ada tujuh provinsi yang menerapkan PSBB. Di antaranya DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, dan Bali.

Adapun dari tujuh provinsi tersebut 73 kota/kabupaten di dalamnya telah melaksanakan PSBB sejak 11 Januari 2021 lalu.

Foto : Airlangga Hartanto saat menyampaikan laporan Komite PC-PEN (4/1/21), Instagram

“Dari 7 provinsi terlihat masih ada peningkatan di 5 provinsi, dan yang mengalami penurunan provinsi Banten dan Yogyakarta,” ujar Airlangga dalam siaran pers, Kamis 21 Januari 2021.

Berikut aturan PSBB yang diterapkan pemerintah :

1. Kegiatan restoran (makan/minum di tempat) sebesar 25 persen(dua puluh lima persen) dan untuk layanan makanan melalui pesan-antar/dibawa pulang tetap diizinkan sesuai dengan jam operasional restoran dan pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall sampai dengan pukul 20.00 WIB.

2. Mengizinkan kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

3. Kegiatan di tempat ibadah tetap dapat dilaksanakan, dengan pembatasan kapasitas sebesar 50 persen, dan dengan penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

4. Kegiatan di fasilitas umum dan kegiatan sosial budaya dihentikan sementara dan dilakukan pengaturan kapasitas dan jam operasional untuk transportasi umum.

5. Membatasi tempat/ kerja perkantoran dengan menerapkan Work From Home (WFH) sebesar 75 persen dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat, melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara daring/online, untuk sektor esensial yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, tetap dapat beroperasi 100 persen, dengan pengaturan jam operasional dan kapasitas, serta penerapan protokol kesehatan secara lebih ketat.

Meskipun demikian, Airlangga menyebut pelaksanaan aturan ini menyesuaikan dengan daerah yang menerapkan PSBB. “Tentunya terkait dengan transportasi diatur oleh masing-masing pemerintah daerah,” ujar Airlangga.



Editor : Pryo Ihsan Aji
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Kembali PSBB Jawa-Bali Diperpanjang Hingga 8 Februari, Berikut Aturan Pembatasan Terbaru

Trending Now