Top Ads 1

Dari Jualan Jamu Bisa Jadi Kaya Raya

Redaksi
Jumat, 22 Januari 2021 | 11.06 WIB Last Updated 2021-01-22T04:06:03Z



Berkarirmedia.com - Awal mula nama Sidomuncul lahir dari pasangan suami istri yang bernama Siem Thiam Hie wafat tahun 1976 dan Ibu Rakhmat Sulistio yang wafat tahun 1983.

Kini, PT. Sidomuncul telah berhasil bertahan selama 3 generasi dan saat ini memiliki nilai valuasi perusahaan sebesar Rp. 23,7 triliun.

Asal Mula Sidomuncul

Foto cdn.akurat.co

Berawal dari kakek dan nenek Irwan yang awalnya mereka mendirikan usaha pertama mereka, pemerahan susu di Jawa Tengah, namun harus bangkrut di tahun 1928 karena krisis.

Tanpa pantang menyerah, akhirnya pasangan ini membuat usaha toko roti bernama "Roti Muncul"

Kemudian karena nenek Irwan sangat pandai meramu jamu akhirnya kakek nenek Irwan pun mendirikan usaha jamu di Yogyakarta.

Sidomuncul Semakin Berkembang

Foto oleh Fauxels dari Pexels

Dan ditahun 1941, nenek Irwan membuat jamu tolak angin yang dinamakan Jamu Tujuh Angin. Dan usahanya pun semakin berkembang.

Karena agresi militer Belanda, akhirnya kakek nenek dan Irwan kecil pun harus pindah ke Semarang dan mendirikan pabrik jamu yang bernama Sido Muncul.

Tahun 1975, Sido Muncul menjadi perseroan terbatas dengan nama PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul (sebelumnya berbentuk CV pada tahun 1970).

Sidomuncul Terjerat Hutang Sebanyak Rp 46 Juta Di Tahun 1972

Foto oleh Karolina dari Pexels

Karena nenek Irwan sudah lanjut usia, akhirnya seluruh perusahaan diserahkan kepada keluarga Irwan.

Dan Irwan mulai bergabung ke Sidomuncul pada tahun 1969.

Namun ternyata muncul masalah dengan hutang yang sangat banyak dan saat itu pemasukan perusahaan hanya Rp. 800ribu.

Irwan pun menyarankan untuk membuat produk jamu kwanitaan yang saat itu sedang booming. Dan dalam waktu 6 bulan, utangnya pun sudah bisa dilunasi.

Sidomuncul Kembali Dilanda Cobaan

Foto oleh Pixabay dari Pexels

Ditahun 1980an produk jamu Sidomuncul tidak laku di pasaran, karena rasa jamunya pahit sehingga banyak orang Indonesia yang tidak suka dan menganggap bahwa jamu adalah minuman kuno dan ketinggalan jaman.

Akhirnya, Irwan pun memberikan inovasi produk yaitu dengan membangun pabrik yang lebih modern, sehingga produk-produknya bisa kebih baik, tetap berkhasiat dan tidak pahit.

Kembali Terjerat Hutang Rp 160 Miliar Di Tahun 2004

Foto oleh Fauxels dari Pexels

Irwan juga membentuk tim Public Relations yang tugasnya meningkatkan kerjasama kepada pihak eksternal.

Dengan hutang yang sangat besar ditahun 2004, Irwan pun berusaha menyelamatkan perusahaan dengan mengendorse Anna Maria dan Alm. Mbah Maridjan.

Berkat iklan tersebut, omzet perusahaan naik dan hutang bisa dilunasi.

Kesuksesan Sidomuncul

Foto oleh Alexas Fotos dari Pexels

Pada tahun 2013, PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul menjadi satu-satunya perusahaan obat herbal yang bisa masuk di Bursa Efek Indonesia.

Dan di tahun 2019, PT. Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul masuk ke dalam best of the best 50 perusahaan terbaik versi Majalah Forbes.

Dan ditahun 2020, Sidomuncul menyalurkan bantuan sebesar Rp 15 miliar untuk tenaga medis dan masyarakat yang membutuhkan di tengah wabah pandemi Covid-19.



Editor : Pryo Ihsan Aji


Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Jualan Jamu Bisa Jadi Kaya Raya

Trending Now